Monitoring dan Evaluasi Pertambangan Tahun 2019

Pada tanggal 25 Pebruari 2019 Bakorwil Malang melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi pertambangan Tahun 2019 bertempat di Kantor Bakorwil Malang. Peserta rapat dari pejabat yang mewakili instansi Dinas Lingkungan Hidup, Polres se wilayah kerja Bakorwil Malang, Dinas Perijinan dan Camat.

Masalah yang ada terkait pertambangan di wilayah kerja Bakorwil III Malang adalah ditengarai aktifitas pertambangan yang membahayakan keselamatan penambang,  banyak aktifitas tambang yang tidak berijin, dikeluhkan masyarakat karena banyak jalan yang rusak dan polusi di area yang dilewati kendaraan pengangkut hasil tambang, dijumpai setelah selesai aktifitas tambang area tambang tidak maksimal direklamasi.

Diharapkan tercipta koordinasi dan sinergi yang solid diantara instansi terkait dalam rangka pemantauan dan pengawasan aktifitas pertambangan sehingga mengurangi munculnya penambangan illegal contoh dibentuknya tim terpadu dan setiap bulan turun ke lapangan memantau aktifitas wilayah pertambangan. Adanya sosialisasi tata cara mengurus ijin pertambangan termasuk penyuluhan hak dan kewajiban dalam pertambangan  secara berkala kepada masyarakat umum disekitar lokasi tambang sehingga dapat menciptakan masyarakat yang teratur dan patuh pada peraturan perundang – undangan.

Dalam rapat kegiatan ini juga diharapkan instansi terkait secara terus-menerus dapat mendorong pengusaha tambang untuk melaksanakan reklamasi dan rencana pasca tambang sesuai jadwal yang termuat dalam dokumen perencanaannya. Sebagai upaya pengendalian usaha pertambangan bahan galian C pada wilayah sungai di Provinsi Jawa Timur, perlu adanya update dan revisi tentang wilayah wilayah yang direkomendasikan ditambang  maupun wilayah yang dilarang sesuai dengan kondisi yang berkembang sekarang ini khususnya di wilayah sungai Brantas.

Diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera menambah jumlah personil pengawas pertambangan yang berkompeten, mengingat luasnya area pertambangan di Jawa Timur.

Bagikan halaman ini : Facebook Twitter