Sinkronisasi, Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Pengembangan Kepemudaan

Pada tanggal 25 September 2019, Bakorwil III Malang mengadakan Rapat Sinkronisasi, Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Pengembangan Kepemudaan. Hadir sebagai narasumber Bapak Eddy Supriyanto, S.STP, M.PSDM, Kepala Bidang Kewaspadaan  Bakesbangpol Provinsi Jatim dengan materi "Gerakan pencegahan radikalisme dan rasisme di kalangan Generasi Muda (Millenial)".

Hadir juga sebagai narasumber Bapak Drs. KH. Syafrudin Syarif, Katib Syuriah PWNU Jatim dengan materi "Mewaspadai Radikalisme - Terorisme, Menjaga NKRI". Dan Bapak Drs. H. Nadjib Hamid, M.Si, wakil Ketua II FKUB Provinsi Jatim dengan materi "Ikhtiar Mencegah Radikalisme dan Rasisme".

Peserta dalam Rakor ini adalah dari pejabat atau pimpinan dari Bakesbangpol, FKUB, Organisasi Kepemudaan, Pengurus Cabang NU (Ansor) Kab/Kota se Wilker Bakorwil Malang.

Tujuan diadakannya Rakor ini adalah untuk memperoleh berbagai masukan terhadap permasalahan radikalisme dan rasisme di kalangan generasi muda di Kab/Kota se Wilker Bakorwil Malang, dan menggali informasi dan berbagai masukan dan pendapat dari narasumber, organisasi kepemudaan, dan peserta yang hadir, serta mencari solusi atas permasalahan yang ada.

Faham radikalisme telah menyebar ke sebagian elemen masyarakat dengan sasaran tempat ibadah sebagai lahan subur perkembangan faham radikalalisme, terutama tempat ibadah di perumahan yang penduduknya kebanyakan pendatang dan tempat ibadah di instansi pemerintah. Institusi pendidikan juga menjadi lahan subur perkembangan faham tersebut dengan menyasar siswa/mahasiswa, bahkan ada beberapa tenaga pendidik yang sudah menganut faham tersebut.

Media sosial menjadi sarana yang ampuh dalam menyebarkan faham radikalisme terutama masyarakat yang pemahaman agamanya masih lemah atau belum memiliki bekal ilmu agama yang mumpuni, sehingga sangat mudah terkontaminasi tipuan ajaran radikalisme. Perkembangan faham radikalisme dan rasisme sudah dalam taraf yang sangat membahayakan dan tidak tertutup kemungkinan akan mengancam kedaulatan dan kekuatan negara.

Mengaktifkan pembinaan dan sosialisasi masalah ideologi, kebangsaan menjadi salah satu solusi. Perlu dilakukan identifikasi/pemantauan kegiatan di tempat ibadah dan institusi pendidikan masalah radikalisme dan rasisme dengan melibatkan tokoh agama/masyarakat. Memasukkan nilai - nilai kerukunan dan kebangsaan dalam mata pelajaran di institusi pendidikan dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi merupakan salah satu cara untuk menekan adanya faham radikalisme dan rasisme.

Bagikan halaman ini : Facebook Twitter